Search
  • Clev Indonesia

Upgrade Skill Karyawan Pasca COVID-19



“Today’s skills will not match the jobs of tomorrow, and newly acquired skills may quickly become obsolete.”

Adanya COVID-19 yang mulai mewabah di Indonesia sejak awal Q2 2020 seketika mengubah pola hidup masyarakat. Segala aktivitas bisnis berubah menjadi serba online, pekerja kantoran juga banyak yang beralih ke work from home (WFH). Kejadian surealis ini membuat perusahaan harus mulai melirik dan menyiapkan strategi baru untuk menghadapi cepatnya digitalisasi.


Satu agenda yang terpenting yaitu mempersiapkan karyawan agar siap menjalankan cara kerja baru. Urgensi untuk melakukan reskilling yang sesuai dengan perubahan kondisi menjadi lebih tinggi dibanding sebelumnya ketika transformasi digital belum dijalankan. Bagi beberapa pemilik bisnis, memBaberi karyawan pelatihan keterampilan baru bisa jadi kekhawatiran dan kesulitan tersendiri. Terlepas dari kekhawatiran tentang sulitnya reskilling karyawan, siapa tahu cara ini bisa menjadi blue print untuk keberlanjutan perusahaan dalam jangka panjang, bukan hanya untuk melewati pandemi.


Banyak perusahaan yang sudah menyadari kebutuhan untuk melakukan reskilling karyawan mereka bahkan jauh sebelum pandemi terjadi. Laporan yang dipublikasikan oleh International Labour Organization (ILO) tahun 2019 menunjukkan bahwa skill yang ada saat ini tidak akan cocok dengan pekerjaan di masa depan, dan skill yang baru diperoleh bisa dengan cepat menjadi usang. Oleh sebab itu mereka merekomendasikan pemerintah, pemberi kerja dan karyawan untuk lebih berinvestasi pada pendidikan dan pelatihan.


Baca juga: Learning and Skills at Work 2020: Esensi Penting Pelatihan Karyawan bagi Perusahaan


Bahkan studi dari McKinsey di tahun 2017 pun menyatakan hal serupa. Studi tersebut mengestimasi bahwa sebanyak 375 juta pekerja, atau 14% dari angkatan kerja global harus berganti pekerjaan atau memperoleh keterampilan baru pada tahun 2030.


Melihat kondisi dunia kerja saat ini, kita seharusnya sudah memperoleh gambaran bahwa rekomendasi ILO tahun lalu bukan hanya rekomendasi, studi McKinsey tahun 2017 juga tak sekedar prediksi kosong. Kita harus mulai melakukannya demi pemulihan kondisi dan ekonomi.


Pekerja-pekerja di berbagai industri harus mencari cara bagaimana mereka bisa beradaptasi dengan perubahan kondisi yang cepat, dan perusahaan harus belajar bagaimana menyesuaikan karyawan mereka dengan peran dan aktivitas pekerjaan baru. Dinamika ini lebih dari sekadar WFH, otomatisasi maupun artificial intelligence. Ini tentang bagaimana para leader di perusahaan dapat melatih kembali dan meningkatkan kompetensi tenaga kerja mereka untuk menghadirkan model bisnis baru di era pasca-pandemi.


Baca juga: Corporate University Penunjang Human Resources


Beberapa perusahaan besar seperti Amazon dan PwC sudah mulai meningkatkan nominal investasi ke pengembangan skill karyawan mereka. Amazon menanamkan dana sebanyak 700 juta dolar untuk melatih kembali 100.000 pekerja mereka. Sementara PwC mengungguli dengan investasi sebesar 3 miliar dolar.


Sekarang adalah waktu yang tepat bagi perusahaan untuk melipatgandakan anggaran pembelajaran dan membangun komitmen untuk melakukan reskilling. Mengembangkan kapabilitas ini juga akan memperkuat dan mempersiapkan perusahaan untuk menghadapi tantangan yang akan di masa depan.


8 views
  • LinkedIn
  • Instagram

Address : Jl. Dr. Ir. H. Soekarno No.487  Rungkut, Surabaya | Phone : (031) 8709625

© Copyright 2020 Lanius Inovasi Indonesia, Inc. All right reserved. Various trademarks held by respective owners