Search
  • Clever

Pendekatan Baru dalam Membangun Corporate Learning Perusahaan

Updated: Oct 26



Yang menjadi perhatian banyak perusahaan saat ini -mungkin perusahaan Anda juga- adalah bagaimana karyawan bisa mengikuti perkembangan teknologi dengan meningkatkan keterampilan dan menguasai keterampilan baru. Dan juga bagaimana pembelajaran di lingkup perusahaan bisa diterapkan dengan mudah sementara karyawan memiliki beban kerja yang tidak sedikit.


Jika ingin unggul dalam corporate learning dan berhasil dalam membangun learning culture, sepertinya perusahaan memerlukan strategi dan pendekatan baru. Dalam membangun pemahaman akan pengetahuan dibutuhkan fokus, latihan, pembinaan, dan juga pembentukan sikap yang baru. Semua ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar, butuh waktu berbulan-bulan untuk memastikan karyawan terbiasa dan beradaptasi sepenuhnya.


Untuk menyukseskan kegiatan corporate learning ini, perusahaan perlu memasukkan upaya pengembangan skill ke dalam pekerjaan yang dilakukan karyawan setiap hari, menjadikan belajar sebagai rutinitas di samping menyelesaikan pekerjaan. Sudah bukan masanya perusahaan masih bergantung sepenuhnya pada cara lama seperti mengirim karyawan untuk ikut pelatihan atau seminar di tempat tertentu, melakukan OJT langsung di lapangan dengan memanggil trainer di waktu yang sudah dijadwalkan, atau menyuruh karyawan untuk ikut pelatihan in-class yang hanya mendengarkan satu orang menjelaskan di depan kelas.


Satu hal lagi yang harus diingat adalah, corporate learning ini berlaku di semua tingkatan, dari senior manager/CEO sampai pada staff. Untuk membangun learning culture yang berhasil, kegiatan ini harus terintegrasi dengan core business, menjadikan pembelajaran sebagai bagian dari aktivitas bisnis yang harus diukur.


Agar program corporate learning bisa diterapkan dengan efisien, perusahaan membutuhkan perencanaan yang terstruktur dengan baik. Beberapa hal ini dapat menjadi pertimbangan dalam penerapan corporate learning.


  • Jangan sepenuhnya menghilangkan pelatihan formal. Pembelajaran tradisional seperti seminar dan pembelajaran dalam kelas masih dibutuhkan oleh karyawan. Masih ada karyawan yang lebih menyukai metode seperti ini. Perusahaan bisa mengakomodasi melalui keberadaan kelas online.

  • Terapkan praktik baru di luar transformasi digital. Kebutuhan reskilling dan upskilling karyawan untuk menghadapi transformasi digital adalah momen pemicu yang mendorong perusahaan untuk mengadopsi cara-cara baru dalam membangun keterampilan karyawan. Cara-cara ini bisa juga diterapkan jika perusahaan membutuhkan karyawan untuk menguasai keterampilan lain dengan cepat. Menggunakan cara yang sama untuk penguasaan keterampilan yang berbeda.

  • Ajari karyawan cara belajar. Sebagai bagian dari upaya untuk menciptakan ekosistem pembelajaran, perusahaan dapat mempertimbangkan untuk menyediakan metode lain yang lebih kekinian untuk mendorong pembelajaran seperti memanfaatkan teknologi digital learning experience yang di dalamnya terdapat Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), 360 tour, serta pembelajaran melalui platform LMS.


Dengan dipercepatnya agenda transformasi digital, pengembangan diri karyawan dirasa semakin penting.bagi perusahaan agar karyawan bisa cepat mengadopsi penggunaan teknologi dan sistem baru yang dapat mempercepat pertumbuhan perusahaan. Corporate learning harus tetap menjadi agenda strategis perusahaan sampai kapanpun dan implementasinya harus selalu adaptif dengan kondisi yang ada.


Referensi:

Why You Need a New Approach to Learning, Boston Consulting Group

9 views
  • LinkedIn
  • Instagram

Address : Jl. Dr. Ir. H. Soekarno No.487  Rungkut, Surabaya | Phone : (031) 8709625

© Copyright 2020 Lanius Inovasi Indonesia, Inc. All right reserved. Various trademarks held by respective owners